Sabtu, 14 September 2019

MINYAK ZAITUN; Minyak Atau Obat???


Buah zaitun adalah buah yang istimewa karena namanya disebutkan dalam Al-Qur'an. Sejak ribuan tahun silam masyarakat di sekitar Laut Tengah dan Timur Tengah telah merasakan manfaatnya. Buah zaitun termasuk jenis Olea europaea dari keluarga Oleaceae. Dalam bentuk buah, zaitun muda yang berwarna hijau kekuningan kerap disantap begitu saja atau sebagai penambah rasa. Sementara zaitun matang dengan warna hitam kerap diacar maupun diperas untuk diambil minyaknya.
Namun buah zaitun lebih terkenal karena minyaknya, minyak zaitun (olive oil). Penduduk Timur Tengah mengandalkannya sebagai sumber minyak nabati yang menciptakan rasa khas pada hidangan mereka. Jika diolah menjadi minyak maka kandungan asam lemak yang dimiliknya antara lain asam oleat atau omega 9 (79%), asam palmitrat atau asam lemak jenuh (11%), asam linoleat atau omega 6 (7%), asam stearat (2%), dan lain-lain sebesar 1%.

Jenis minyak zaitun tergantung pada proses ekstraksinya, yakni minyak zaitun perawan, murni, dan sulingan. Jenis yang pertama merupakan minyak zaitun bermutu tinggi karena merupakan hasil ekstraksi pertama. Mudah dikenali melalui warnanya yang kehijauan. Sedangkan yang sulingan biasanya berwarna keputihan sebagai hasil dari pemanasan.
Kandungan Omega 9 dalam minyak zaitun mampu menekan Low Density Lipoprotein (LDL) atau yang akrab dikenal dengan kolesterol jahat dalam tubuh dan menaikkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Juga kandungan klorofil yang berperan sebagai antioksidan. Jadi menkonsumsi minyak zaitun bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh serta mengurangi resiko terkena tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Extra virgin olive oil, minyak zaitun paling murni dengan kadar asam 0,5 - 1% pun bisa dimanfaatkan sebagai obat antiradang berbasis non-steroid, seperti aspirin dan ibuprofen. Sebagai obat, minyak zaitun tidak menimbulkan efek samping. Namun untuk mendapatkan dosis yang sama dengan dua tablet ibuprofen, anda harus meminum 500 ml minyak zaitun, dan ini tidak direkomendasikan. Karena bermanfaat sebagai antiradang, minyak zaitun pun bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan peradangan seperti penyakit-penyakit vaskuler, beberapa jenis kanker, dan demensia.

Meski minyak zaitun identik dengan Timur Tengah, namun hingga saat ini produsen utama minyak zaitun adalah masih didominasi oleh Italia dan Spanyol, disusul oleh Yunani, Tunisia, Maroko, dan Amerika Serikat. (Wisnu)

(Majalah Ar-Risalah Vol. XIX/No. 04 Safar-Rabiul Awal 1440 H – November 2018)

0 komentar:

Posting Komentar